Guru SMAN 8 Bungo Usir Penambang Ilegal dan Pasang Spanduk Larangan Menambang
Foto : Dokumentasi Guru SMAN 8 Bungo di Lokasi Tambang
ARSYNEWS.id, BUNGO - Guru SMAN 8 Bungo turun ke lokasi tambang ilegal, untuk menghentikan aktifitas dan mengusir penambang. Terpantau, 2 ekskavator menyebrang sungai Batang Bungo saat guru menduduki lokasi tambang.
Hal ini dilakukan, lantaran guru merasa terganggu dengan aktifitas mereka. Bahkan, spanduk yang berisikan pesan larangan menambang di pasang guru dilokasi tersebut.
Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 8 Bungo Khoirul Hadi mengatakan, hal ini bentuk protes dengan penambang ilegal yang beraktifitas dekat dengan lingkungan sekolah.
Aktifitas mereka membuat bising, mengganggu konsentrasi proses Belajar Mengajar. Bukan hanya itu, kegiatan mereka bisa mengancam nyawa. Pasalnya jika hujan dengan intensitas hujan tinggi terjadi, tentu berpotensi longsor.
"Cukup kecewa dengan masyarakat sekitar, hanya diam melihat aktifitas ini," ungkapnya. Kamis (30/04/2026).
"Namun, tindakan ini bukan menyindir Pemerintah setempat maupun Aparat Penegak Hukum (APH)," tambahnya.
Ia juga meminta kepada Presiden Prabowo Subianto dan pihak terkait. Untuk menindak tegas, penambang ilegal yang merusak lingkungan.
Sementara itu, hal senada jug disampaikan oleh salah seorang siswi Rahayu Eca yang merasa sangat terganggu. Pasalnya, suara alat membuat bising dan mengganggu. Sedangkan dalam waktu dekat akan ujian kenaikan kelas. (Red_Bg)
