BREAKING NEWS

Dari Bantuan Ratusan Ribu Benih, OPLAH Ribuan Hektar hingga Alsintan, Agus-Nazar Tancap Gas Jemput Bola Ke Pusat Perkuat Sektor Pertanian Tebo

 

Foto : Dokumentasi Kominfo Tebo

ARSYNEWS.id, TEBO - Keterbatasan fiskal daerah tak membuat Pemerintah Kabupaten Tebo berhenti bergerak. Bupati Tebo Agus Rubiyanto, bersama Wakil Bupati Nazar Efendi, memilih strategi jemput bola ke pemerintah pusat, membawa langsung kebutuhan pembangunan Tebo agar mendapat dukungan melalui program APBN.

Hasilnya, berbagai dukungan pusat mengalir ke Kabupaten Tebo, termasuk untuk sektor pertanian dan ketahanan pangan.

Dari bantuan benih, perluasan lahan hingga alat dan mesin pertanian (Alsintan), pemerintah bergerak memperkuat pertanian dari hulu hingga hilir.

Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan Tebo 2026 mencatat bantuan benih padi inbrida mencapai 3.700 hektare dengan kebutuhan 121.150 kilogram. Dukungan berasal dari APBD 250 hektare, APBD Perubahan 290 hektare dan APBN 1.519 hektare.

Penguatan produksi juga ditopang OPLAH 2025 seluas 579 hektare, cetak sawah 96 hektare, PM-AAS 157 hektare dan OPLAH 2026 seluas 764,01 hektare.

Untuk padi ladang, dukungan mencapai 2.505 hektare dengan kebutuhan benih 74.400 kilogram. Sementara komoditas lain mencakup jagung 434 hektare, kacang tanah 60 hektare, penangkaran kacang tanah APBD-P 9 hektare, kedelai 349 hektare, serta pengembangan kawasan durian 35 hektare melalui APBN.

Pada 2026, petani Tebo mendapat alokasi 19 unit traktor roda dua, 1 unit combine harvester besar dan 12 unit power thresher.

Bantuan ini diarahkan untuk mempercepat pengolahan lahan dan panen, menekan biaya operasional serta mengurangi kehilangan hasil.

Dari cangkul menuju mekanisasi, pertanian Tebo didorong semakin cepat dan efisien.

Masuknya dukungan APBN tersebut tidak terlepas dari upaya Pemkab Tebo membuka akses program pemerintah pusat.

Bupati Agus Rubiyanto terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, membawa kebutuhan prioritas daerah agar dapat masuk dalam program nasional.

Tidak hanya menunggu anggaran datang, tetapi aktif menjemput program ke pusat untuk dibawa pulang dan dimanfaatkan masyarakat Tebo.

Di sektor hilir, bantuan pangan APBN periode Februari - Maret 2026 menjangkau 39.359 Penerima Bantuan Pangan (PBP), kemudian periode Juli–September mencapai 41.080 PBP.

Stabilisasi harga dilakukan melalui 16 kali Gerakan Pangan Murah, terdiri dari 8 kali melalui skema mandiri dan CSR Bank Indonesia serta 8 kali melalui APBD.

Pemkab Tebo juga menyiapkan 10.500 kilogram beras untuk Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), menyusun FSVA dan SKPG 2026, serta memperkuat pengawasan pangan melalui rapid test pestisida dan formalin, pengujian 20 sampel PSAT di laboratorium dan penyediaan satu unit freezer.

Intervensi pangan juga diarahkan untuk penanganan stunting melalui bantuan beras dan telur bagi 26 baduta, sosialisasi B2SA, serta bantuan benih cabai dan pupuk kepada empat kelompok masyarakat untuk pemanfaatan pekarangan.

Rangkaian program tersebut menunjukkan satu arah kebijakan: pertanian Tebo diperkuat dari hulu hingga hilir.

Benih disiapkan, lahan dioptimalkan, alsintan diturunkan, produksi didorong, harga pangan dijaga dan keamanan pangan diperkuat.

Semua itu diperkuat dengan strategi jemput bola ke pemerintah pusat agar dukungan APBN semakin banyak masuk ke Kabupaten Tebo.

Dari bantuan benih hingga alsintan, dari sawah hingga meja makan masyarakat—Tebo terus bergerak membangun pertanian yang produktif, ketahanan pangan yang kuat dan kesejahteraan masyarakat menuju Tebo Sejahtera 2030. (Red_Bg)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image