Penjelasan SMPN 22 Tebo, Terkait Pengeroyokan di Lingkungan Sekolah
Foto : Suasana SMPN 22 Tebo
ARSYNEWS.id, TEBO - Gegara tersinggung status WhatsApp dan chat, pelajar kelas 8 SMP N 22 Tebo di keroyok Kakak kelasnya di belakang gedung sekolah.
Salah seorang Guru SMP N 22 Tebo Chandra mengatakan, insiden pengeroyokan terjadi pada Rabu lalu. Saat, jam istirahat dan guru sedang rapat untuk ujian anak kelas 9.
"Dari keterangan korban, mereka membuat status foto kelompok dan ada yang meneruskan ke kakak kelas," terangnya. Senin (18/05/2026).
"Lalu anak kelas 8 ini, ngechat kakak kelasnya. Awal chat, mereka lupa. Initinya ada kata - kata menantanglah," tambahnya.
Lanjutnya, pelajar kelas 8 dan kelas 9 diberikan nasehat. Bahkan pelajar kelas 9 meminta maaf kepada pelajar kelas 8. Lalu, diminta pelajar kelas 9 mengobati pelajar kelas 8.
"Pelajar kelas 8 bilang tidak ada yang luka - luka sehingga tidak ada yang perlu di obati," ungkapnya.
Setelah menasehati masing - masing pelajar kelas 8 dan 9, pihak sekolah menitipkan surat untuk orang tua mereka. Karena hari Kamis dan Jum'at libur, mediasi orang tua dilakukan pada hari Sabtu lalu.
"Seluruh orang tua pelajar kelas 8 dan 9, yang di undang hadir bersama anaknya, kecuali pelajar berinisal M. Namun ibunya saja yang hadir mediasi," jelasnya.
Dari keterangan ibunya M, anaknya trauma atas insiden tersebut. Untuk itu, pada mediasi ia meminta pelajar kelas 9 yang terlibat pengeroyokan di beri sanksi berat seperti, di keluarkan dari sekolah.
Namun, pihak sekolah tidak bisa menuruti keinginan ibunya M. Karena mereka akan mengikuti ujian yang tinggal beberapa hari di ikuti untuk
kelulusan. (Red_Bg)
