Warga Desa Tuo Ilir Protes Pengerjaan Jalan, Diduga Asal - Asalan
Foto : Suasana Pengerjaan Jalan
ARSYNEWS.id, TEBO - Pengerjaan proyek jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Jambi, memicu protes warga setempat.
Pasalnya, proyek pengecoran jalan tersebut diduga dikerjakan secara asal - asalan karena tidak menggunakan material batu.
Warga menemukan proses pengecoran hanya menggunakan campuran semen dan pasir.
Kondisi ini membuat masyarakat meragukan kualitas serta ketahanan fisik jalan yang dibangun dari anggaran negara tersebut.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyatakan kejanggalan ini sangat terlihat pada proses pengerjaan.
Menurutnya, penggunaan material yang tidak sesuai standar akan membuat struktur jalan menjadi rapuh dan cepat rusak.
"Kalau tidak pakai batu, mana kuat jalan ini, anggaran jalan ini hampir Rp 1 miliar, " kata warga Selasa (15/09/2026).
Diperkirakan panjang jalan yang dicor, tanpa campuran batu tersebut mencapai sekitar 10 meter.
Selain tidak menggunakan material batu, pengerjaan proyek tersebut juga diketahui dilakukan pada malam hari, sehingga luput dari pengawasan ketat masyarakat sekitar.
Prosedur pelaksanaan yang diduga menyimpang ini memicu kekhawatiran masyarakat akan pemborosan anggaran.
Warga menilai, jika metode pengerjaan tanpa batu ini terus dibiarkan tanpa adanya evaluasi dari dinas terkait, maka hasil pembangunan tidak akan bertahan lama dan merugikan keuangan negara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun dinas teknis terkait di Kabupaten Tebo belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan pelanggaran spesifikasi material pada pengerjaan jalan poros tersebut. (Red_Bg)
