BREAKING NEWS

Forum Budaya Jadi Ajang Protes, Disdikbud Tebo Disorot

 

Foto : Dokumentasi

ARSYNEWS.id, TEBO – Kekecewaan komunitas dan penggiat seni budaya di Kabupaten Tebo memuncak, mereka secara terbuka menyentil sikap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tebo yang dinilai abai dan tidak sejalan dengan semangat memajukan seni dan kebudayaan daerah.

Kritik keras itu disampaikan langsung di hadapan Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, saat diskusi usai pemutaran film dokumenter “BESALE” Suku Anak Dalam di Rumah Seni Budaya Tebo.

Forum yang semula berlangsung santai berubah menjadi ajang penyampaian kritik terbuka terhadap kinerja Disdikbud Tebo.

Ketua Rumah Seni Budaya Tebo, Syahrial, menyoroti ketidakhadiran Kepala Disdikbud Tebo dalam kegiatan yang sarat nilai budaya.

Lebih disayangkan lagi, kegiatan tersebut justru hanya dihadiri perwakilan dari bidang yang tidak membidangi kebudayaan.

“Bidang kebudayaan itu ada. Tapi yang datang justru dari bidang PNF. Ini menunjukkan ada persoalan serius dalam cara Disdikbud memandang seni dan budaya,” tegas Syahrial. Sabtu (07/02/2026).

Menurutnya, ketidakhadiran pejabat yang berwenang bukan sekadar soal protokoler, melainkan cerminan rendahnya prioritas terhadap isu kebudayaan.

Dia menilai, kondisi ini berpotensi membuat visi dan misi kepala daerah terkait pemajuan kebudayaan hanya menjadi slogan politik tanpa implementasi nyata.

“Kalau mental dinasnya seperti ini, jangan mimpi visi misi memajukan seni dan budaya bisa terwujud. Ini berbahaya bagi masa depan kebudayaan Tebo,” katanya.

Kritik juga datang dari Abot, penggiat seni budaya, yang mengungkapkan sulitnya akses komunikasi dan data kebudayaan di Disdikbud Tebo.
Dia menilai, sikap tertutup tersebut justru menghambat upaya pelestarian dan pengembangan budaya daerah.

“Untuk akses data saja sulit. Seolah-olah kebudayaan ini dimonopoli. Padahal budaya itu milik publik, bukan milik satu instansi,” ujarnya.

Para penggiat seni menilai, sikap Disdikbud yang terkesan eksklusif dan tidak terbuka telah memicu jarak antara pemerintah dan komunitas budaya.
Kondisi ini dinilai kontraproduktif, terutama di tengah upaya menghidupkan kembali ruang-ruang seni dan budaya di Tebo.

Mereka pun mendesak Wakil Bupati Tebo untuk tidak sekadar mendengar, tetapi mengambil langkah konkret, termasuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap bidang kebudayaan di Disdikbud Tebo.

Menanggapi kritik tersebut, Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, menyatakan akan menindaklanjuti keluhan para penggiat seni dan melakukan evaluasi terhadap Disdikbud Tebo, khususnya pada bidang kebudayaan.

“Ini akan menjadi perhatian serius kami. Seni dan budaya tidak boleh dipinggirkan. Kami akan melakukan evaluasi agar ke depan koordinasi dan dukungan terhadap komunitas seni bisa lebih baik,” tegas Nazar. (Red_Bg)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image